Laskar Antasari terus menunjukkan peningkatan performa sejak dipegang Jacksen. Barito Putera kini menjadi salah satu kontestan Liga 1 yang terus menunjukkan performa menanjak dari musim lalu. Hal tersebut tak lepas dari kerja keras yang dilakukan Jacksen F Tiago selaku juru latih tim. Bila pada musim lalu, Barito Putera berhasil menduduki posisi ketujuh klasemen akhir. Pada musim ini, Laskar Antasari berhasil menempati peringkat kedua dan hanya tertinggal satu angka dari PSM Makassar yang berada di pucuk mengumpulkan 24 poin. Tak ayal, situasi tersebut membuat manajemen Barito Putera, ingin menambah durasi kontrak Jacksen. Mengingat, sosok asal Brasil ini tinggal menyisakan satu musim masa bakti di klub tersebut.

Aditya juga berharap bisa lebih bijaksana lagi di usianya yang sudah menginjak 31 tahun. Kiper Barito Putera, Aditya Harlan, telah menginjak usia yang ke-31 tahun, Minggu (17/6). Pada ulang tahunnya kali ini, Adit pun mengungkapkan harapannya secara pribadi maupun untuk kariernya di sepakbola. Bisa dibilang, Adit adalah kiper utama di Laskar Antasari pada musim ini. Tercatat, dia sudah dimainkan dalam sembilan laga Liga 1 2018. Barito pun sementara ini berhasil diantarkannya menduduki peringkat kedua klasemen dengan 23 poin. Artinya, skuat yang dilatih Jacksen Ferreira Tiago itu saat ini sedang dalam tren positif dan jalur juara.

Sayangnya, ketiga negara tersebut tak mendapatkan poin penuh pada pertandingan perdana. Agenda sibuk yang dimiliki Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, tak membuatnya melupakan Piala Dunia 2018. Ia bahkan, menyebut sejumlah negara yang dijagokannya untuk meraih gelar ajang tersebut. Sosok yang karib disapa JK ini menyampaikan ada dua kontestan dari benua berbeda yang jadi jagoannya dalam pesta sepakbola terbesar di jagat raya. Kedua negara tersebut adalah Jerman dan Argentina. Bukan itu saja, JK juga berharap Mesir bisa membuat kejutan pada Piala Dunia yang berlangsung di Rusia ini. Kehadiran, penyerang Liverpool Mohamed Salah, yang jadi penyebabnya.

Milla menyiapkan 23 pemain untuk melakoni pertandingan uji coba tersebut. Timnas Indonesia U-23 bakal menjalani laga uji coba kontra Korea Selatan di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (23/6). Untuk melakoni partai itu pelatih skuat Merah Putih Luis Milla memanggil 23 pemain. Dari daftar nama yang dipanggil tidak ada muka yang benar-benar baru. Para pemain tersebut sebelumnya sudah sempat menjalani pemusatan latihan (TC) bersama timnas Indonesia U-23. Hanya saja kali ini Milla, mengikutsertakan dua pemain timnas Indonesia U-19 Hanis Saghara dan Feby Eka. Sosok asal Spanyol itu ingin melihat kemampuan kedua pilar Bali United tersebut.

Tersandungnya dua favorit kampiun tersebut di laga perdana, menunjukkan bahwa jalan terjal harus dilalui untuk berjaya di Piala Dunia 2018. Ada dua tim yang selalu jadi pemimpin dalam berbagai jajak pendapat dan semua rumah taruhan, untuk prediksi siapa yang bakal jadi kampiun Piala Dunia 2018. Mereka adalah Jerman dan Brasil. Menjadi satu fenomena yang sama sekali tak mengherankan. Jerman adalah juara bertahan Piala Dunia. Tim Panser juga minimal selalu melaju hingga babak semi-final turnamen akbar, di bawah Joachim Low. Sementara Brasil bagai sudah kembali ke era emas, dengan skuatnya dijejali bintang andalan klub-klub raksasa Eropa. Bersama Tite, Tim Samba bahkan tak terkalahkan di kualifikasi dan nyaris sempurna sepanjang uji coba. Namun siapa sangka, keduanya justru petik hasil negatif di partai pembuka Piala Dunia 2018 kendati sama-sama hadapi lawan yang dipandang inferior. Jerman takluk 1-0 dari Meksiko, sementara Brasil bermain imbang 1-1 hadapi Swiss.

Direktur olahraga Mirabelli menegaskan Financial Fair Play jadi pengganjal Milan untuk memboyong nama-nama besar ke San Siro, termasuk Morata. Direktur olahraga Milan, Massimiliano Mirabelli, enggan membuat janji palsu terkait transfer Alvaro Morata. Rossoneri harus lebih dulu menyelesaikan masalah Financial Fair Play. Laskar San Siro terus dikaitkan dengan berbagai pemain top, tetapi keputusan Financial Fair Play bisa berujung denda, membatasi skuad, atau bahkan dicoret dari Liga Europa. “Kami akan melakukan pendekatan yang cermat dan terkendali terhadap pasar yang menghormati aturan,” kata Mirabelli kepada Sky Sport Italia.

Terbatasnya kapasitas Stadion PTIK yang menyebabkan Persija mengambil keputusan tersebut. Direktur utama Persija Jakarta Gede Widiade, mengatakan kemungkinan laga kontra Persebaya Surabaya dan Persib Bandung tidak dihadiri penonton tim tamu. Duel ini akan dilangsungkan di Stadion PTIK Jakarta Selatan. Dijadwalkan Persija akan terlebih dahulu menjamu Persebaya pada 26 Juni 2018. Empat hari kemudian anak asuhan Stefano Cugurra baru berhadapan dengan Maung Bandung. Terbatasnya kapasitas stadion yang jadi penyebab laga itu digelar tanpa penonton. Maka dari itu, Gede berharap suporter dan memahami keputusan yang diambil pihaknya agar pertandingan berjalan lancar.

Alasan Macan Kemayoran memilih tempat itu karena stadion yang ada di wilayah Jabodetabek tak ada yang bisa digunakan. Persija Jakarta, telah menetapkan lokasi pertandingan melawan Persebaya Surabaya dan Persib Bandung dalam lanjutan Liga 1 2018. Macan Kemayoran memilih menggunakan Stadion PTIK, Jakarta Selatan, untuk dua laga tersebut. Kepastian ini disampaikan langsung direktur utama Persija Gede Widiade. Menurutnya, dipilihnya tempat tersebut karena stadion yang ada wilayah Jabodetabek tak ada lagi yang bisa digunakan. Perkataan yang disampaikan Gede memang benar adanya. Stadion-stadion yang ada di Jabodetabek mulai dari Gelora Utama Bung Karno, Pakansari, Wibawa Mukti, tak bisa dipakai karena harus steril untuk Asian Games 2018.

Buruknya tingkah laku Kalinic membuat Kroasia berang dan striker Milan itu mungkin bakal dipulangkan lebih awal dari Piala Dunia. Nikola Kalinic tampaknya bakal dipulangkan dari skuad Piala Dunia, setelah striker Milan itu menolak bermain untuk Kroasia melawan Nigeria. Tim Zlatko Dalic menang 2-0 pada Sabtu (16/6) waktu setempat, berkat gol bunuh diri dan penalti Luka Modric. Menurut 24sata, sang pelatih meminta Kalinic untuk menggantikan Mario Mandzukic di lima menit terakhir. Adapun sang striker menolaknya karena mengaku sakit punggung.

Hadiah bola mati untuk lawan sejauh ini jadi malapetaka buat wakil Afrika di Piala Dunia 2018. Dari lima wakil Afrika yang mentas di Piala Dunia 2018 ini, tiga di antaranya sudah lakoni pertandingan perdana. Mereka adalah Mesir, Maroko, dan Nigeria. Ironis, karena ketiganya sama-sama menelan kekalahan. Mesir kalah 1-0 dari Uruguay, identik dengan Maroko kala hadapi Irak, sementara Nigeria dibekap Kroasia 2-0. Namun satu fakta unik nan buruk buat wakil Afrika juga tersaji, sebagaimana kesemua gol yang bersarang di gawang ketiga wakilnya itu terjadi lewat situasi bola mati lawan.

  • 1
  • 2